Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

262. Paulus VI (1963-1978)

Giovanni Battista Montini lahir di Concesio dekat Brecia pada 26 September 1897. Terpilij menjadi paus pada 21 Juni 1963. Sebelumnya ia menjadi seorang diplomat yang terkenal dari Vatikan. Tahun-tahun awal kepausannya penuh dengan tugas konsili yang telah dimulai oleh pendahulunya, dan secara keseluruhan masa kepausannya merupakan perwujudan dari hasil-hasil Konsili Vatikan II. Ensiklik-ensikliknya seperti Populorum Progressio (Kemajuan Bangsa-bangsa) dan Ecclesiam Suam (Gereja Dia) menunjukan perhatiannya terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan kesadarannya atas peran baru Gereja dalam dunia modern. Sedangkan Mysterium Fidei (Misteri Iman), Marialis Cultus (Penghormatan Maria) dan Humanae Vitae (Kehidupan Manusiawi) menunjukan kekokohan hatinya bahwa ia tidak mau berkompromi dengan semangat jaman kita, yang cenderung melonggar.

Masa kepausannya juga ditandai dengan upaya yang keras untuk persatuan kembali umat Kristen, serta pembaruan liturgy. Paus Paulus VI mendobrak tradisi, dengan meninggalkan Vatikan dan mengunjungi Tanah Suci, India, Afrika, Amerika Selatan, Philipina, Indonesia dan lain-lainnya. Kunjungan ini merupakan kesaksian atas cara baru untuk membuka cakrawala misi keselamatan universal Gereja dan paus. Ia menjalin kontak dengan Negara-negara adi kuasa tanpa bersekutu secara formal dengan pihak manapun. Vatikan menjadi penyambung lidah Negara-negara berkembang untuk menyebarkan kebutuhan-kebutuhan mereka. Tema-tema yang selalu dia ulangi adalah perdamaian antar bangsa-bangsa dan keadilan social, ekumenisme, hubungan dengan agama-agama lain, fenomena ateisme dan masalah reformasi dalam tubuh Gereja.

Ia menutup Konsili Vatikan II pada tahun 1965. Ia memateraikan semangat perdamaian yang baru dengan tindakannya sebagao gembala Gereja. Secara khusus ia member ruang kepada kegelisahan eksistensial dari manusia modern dan dengan pemahaman yang bersahabat ia memberikan sejumlah kritik, tetapi maslah itu menjadikann dirinya sebuah symbol dari sebuah Gereja yang penuh dengan masalah dan penderitaan. Ia secara tegas menolak perceraian, aborsi dan menekankan selibat bagi para imam. Ia secara besar-besaran dijungkirbalikkan oleh pemberontakan Uskup Lefevre, uskup Perancis yang menggugat semua pembaruan setelah konsili dan Paus Paulus memanggilnya untuk mengaturnya beberapa kali tetapi tidak pernah menghukumnya.

Ia juga menyelenggarakan Tahun Suci 1975 dan memutuskan pembaruan Kuris, memasukan aturan-aturan baru tentang konklaf, menjadikannya lebih efisien dan lebih internasional. Ia meningkatkan jumlah para cardinal non Italia dalam menata Sewan Kepausan yang sebagian dari mereka berasal dari Negara-negara dunia ketiga. Lebih dari itu, ie menentukan bahwa mereka melepaskan tugas (pension) pada usia 80 tahun. Ia terpikat dengan banyak hal sepreti juga terhad masalah-masalah dunia yang serius. Ia tidak meluputkan perhatiannya dari karya-karya seni dan mendirikan Museum Vatikan untuk seni religius dan modern. Ia juga mendanai pembangunan Nervi Hall untuk tugas audensi paus. Paulus wafat pada 6 Agustus 1978 dan dimakamkan di grotto Vatikan dalam sebuah makam yang sederahana sebagaimana ia sendiri inginkan.